Rabu, 03 Maret 2010

TUGAS AUDIT 2_Audit MUTU

TIARA AMALIA

21207095

3EB05

TUGAS PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2

JURNAL AUDIT MUTU

DOSEN : RENNY NUR’AINY

Pendekatan Total Quality Management dalam Audit Mutu Internal di Perguruan Tinggi

By bambangkesit on Jan 15, 2009 in Audit Mutu Internal

Tujuan utama Audit Mutu Internal (AMI) ISO 9001: 2000 (lihat pasal 8.2.2), adalah mengukur efektivitas sistem manajemen mutu organisasi. Sayangnya dalam menerapkan pasal AMI tersebut sangat tidak efektif, bahkan di banyak organisasi pelaksanaan AMI terkesan menjadi salah satu beban utama dalam penerapan dan pemeliharaan ISO 9001:2000 (Ng Tzil Siok, 2002). Tidak terkecuali di Perguruan Tinggi.

Artikel ini mencoba untuk mengulas pengalaman penulis sebagai trainner, instruktur maupun auditor dalam berbagai pelatihan Auditor ISO 19011 , semoga dapat memberikan masukan yang bermanfaat dalam penerapan ISO 9000 di lingkungan Perguruan Tinggi, khususnya IWA2:2007, ISO 9001 :2000. Awal November 2008 telah diterbitkan ISO 9001 versi 2008.

Perencanaan Audit

Frekuensi jumlah audit internal di dalam persyaratan ISO 9000 tidak disebutkan secara eksplisit berapa kali dilakukan dalam setahun AMI, tetapi badan sertifikasi melaksanakan audit setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam setahun. Kebanyakan organisasi merencanakan program AMI sebanyak 2 kali, 3 kali atau bahkan 4 kali dalam setahun, tak jarang audit internal yang dilakukan hanya sekedar memenuhi persyaratan ISO 9000 saja. Bila ditinjau dari sisi tujuan audit, pelaksana-an AMI tersebut di atas adalah hanya bertujuan surveillance audit saja, tidak bisa menjangkau tujuan AMI yang sebenarnya yaitu mengukur efektivitas sistem manajemen mutu organisasi. Tak jarang hasil auditnya tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap penerapan sistem manajemen mutu yang diterapkan oleh organisasi tersebut. Artinya, AMI yang dilakukan tidak dapat mengubah kinerja unit yang diaudit. Dengan kata lain, AMI yang dilaksanakan tersebut tidak dapat memberikan gambaran efektivitas sistem manajemen mutu yang telah diterapkan atau sejauhmana sistem manajemen mutu tersebut berhasil diterapkan. Oleh karena itu tujuan AMI harus lebih ditingkatkan dari surveillance audit menjadi compliance audit. Maksudnya, tujuan AMI lebih ditujukan untuk mempersiapkan dan melihat sampai sejauh mana penerapan dari prosedur - prosedur ISO 9001 (compliance audit).Dengan kata lain, sejauhmana prinsip-prinsip atau prosedur-prosedur ISO dilaksanakan, dikerjakan dan dipatuhi secara konsisten.

Perencanaan tujuan AMI seperti di atas (surveillance audit) bukannya salah tetapi hanya sekedar memenuhi persyaratan minimum, dan ini tidak banyak memberi manfaat bagi manajemen organisasi. Selayaknya, tujuan AMI di samping mempertimbangkan hasil audit yang lampau dan tingkat kepentingan dari area/ proses yang diaudit, alangkah baiknya bila tujuan AMI lebih terfokus pada masalah identifikasi proses yang bernilai tambah, sehingga hasil auditnya betul-betul memiliki manfaat bagi manajemen. Untuk dapat mencapai hasil yang demikian, maka AMI yang dilakukan tersebut harus dapat:

1. Melihat apakah target mutu setiap departemen telah ditaksanakan sesuai rencana,

2. Memastikan bahwa proses yang bermasalah dari hasil analisa keluhan pelanggan telah dikoreksi,

3. Memastikan bahwa kebijakan atau prosedur baru telah dipahami dan diterapkan oleh semua bagian terkait,

4. Memastikan kesiapan untuk diaudit oleh pelanggan

Dengan mempertimbangkan tujuan di atas maka penyusunan jadwal audit tidak harus selalu memakai cara yang sama tetapi dapat bervariasi mulai dari berdasarkan departemen, pasal dalam standar, area, atau proses tertentu.

Persiapan Audit

Dalam melakukan persiapan AMI, seorang auditor mutlak harus membaca atau meninjau ulang semua dokumen yang terkait dengan area/ proses yang akan diaudit. Hasil dari kegiatan ini , kemudian dirumuskan dan dituangkan dalam bentuk pointer-pointer yang akan diperiksa atau dapat juga berupa daftar pertanyaan audit. Ingat bahwa auditor tidak mengaudit area/prosesnya tersendiri (cross audit) dan waktu yang tersedia pada umumnya singkat, sehingga bagaimana bisa menilai efektivitas suatu sistem kalau si auditor tidak memahami area yang diaudit ? Dokumen yang dipakai sebagai acuan untuk membuat daftar pertanyaan tersebut dapat diperoleh setelah melakukan tinjauan ulang terhadap manual mutu, kebijakan mutu, target mutu dan prosedur mutu beserta mstruksi kerja terkait.

Selain, dokumen-dokumen tersebut di atas supaya pertanyaan audit menjadi lebih berbobot, maka dokumen dan catatan berikut ini harus dipelajari juga yaitu persyaratan standar ISO 9001, peta proses bisnis, target mutu bagian, hasil audit (eksternal dan internal) yang lampau, catatan kinerja bagian (misalnya status pencapaian target bagian), status tindakan koreksi dan pencegahan, hasil analisa keluhan pelanggan, hasil pengukuran kepuasan pelanggan.

Dengan demikian, agar proses pelaksanaan AMI dapat berhasil sesuai tujuan yang ingin dicapai maka persiapan AMI yang matang merupakan kunci menuju AMI yang lebih bernilai tambah. Namun perlu diperhatikan pula bahwa keberhasilan AMI juga terletak pada persiapan auditornya. Bila pada saat menjelang AMI si auditor belum siap, lebih baik pelaksanaan AMI diundurkan saja daripada membuang waktu auditor maupun auditee. Kesiapan auditor ini mutlak diperlukan untuk menunjang kesuksesan dan keberhasilan pelaksanaan AMI dalam mencapai tujuannya mengukur efektivitas sistem manajemen mutu organisasi.

Pelaksanaan Audit

Pelaksanaan AMI jarang berjalan dengan mulus. Namun justru sebaliknya, sering kali resistanceauditee merupakan masalah yang meng-hadang dalam pelaksanaan AMI. Hal ini timbul karena adanya perbedaan persepsi antara auditor dan auditee tentang AMI itu sendiri. Ada sebagian kalangan auditor yang merasa bangga jika dalam pemeriksaannya banyak menghasilkan temuan. Mereka beranggapan bahwa memang tugasnya seorang auditor adalah mencari temuan ketidaksesuaian, semakin banyak temuan yang dihasilkan berarti ia sukses dalam menjalankan tugasnya sebagai auditor. Di sisi lain, di mata auditee seorang auditor sering dianggap sebagai pencari kesalahan. Semakin banyak temuan berari semakin banyak kesalahan yang telah mereka lakukan. Kondisi yang demikian ini, jika terus berlanjut akan berakibat memunculkan sifat resistance auditee terhadap AMI. Lebih lanjut kondisi ini menunjukkan bahwa telah terjadi ketidakpahaman auditee terhadap sistem manajemen mutu yang diterapkan oleh manajemen organisasi. Dengan kata lain, kondisi ini terjadi karena kurangnya sosialisasi tentang apa itu ISO 9001, definisi audit dan bagaimana peranan audit dalam penerapan ISO 9001.

Tugas seorang auditor adalah mengumpulkan informasi/bukti audit untuk dibandingkan dengan audit kriteria yang mana keseluruhan dari hasil tersebut disimpulkan untuk menilai keefektifan sistem. Lebih lanjut, tugas seorang auditor dalam pemeriksaan AMI ini harus dapat memastikan dan membuktikan bahwa auditor tersebut :

1. Melihat apakah target mutu setiap departemen telah ditaksanakan sesuai rencana,

2. Memastikan bahwa proses yang bermasalah dari hasil analisa keluhan pelanggan telah dikoreksi,

3. Memastikan bahwa kebijakan atau prosedur baru telah dipahami dan diterapkan oleh semua bagian terkait,

4. Memastikan kesiapan untuk diaudit oleh pelanggan (stakeholders)

Mengumpulkan bukti audit adalah kata kuncinya, seberapa banyak yang harus dikumpulkan, memang sifatnya acak (sampling), dan tidak ada standarnya, sebagai acuan pada umumnya tergantung dari status dan tingkat kepentingan dari area/proses yang diaudit, namun yang pasti bukan mengambil hanya satu sample saja. Persiapan audit yang telah dibahas di atas akan sangat membantu dalam mengambil keputusan banyak-sedikitnya jumlah bukti audit yang dibutuhkan untuk mendukung argumen konklusi audit.

Mengenai metode yang dipakai untuk mengumpulkan bukti audit pada umumnya mencakupwawancara, pengamatan kegiatan di lapangan dan meninjau dokumen. Rasa ingin tahu yang tinggi, cinta pada hal-hal detail dan kemampuan telusur untuk menelusuri sebuah proses merupakan”kompetensi” yang sangat diperlukan oleh seorang auditor pada saat berlangsungnya kegiatan audit. Hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh auditor pada saat melakukan penelusuran atau pemeriksaan. Kemampuan telusur auditor inilah yang akan mempengaruhi sifat dari audit yang dilakukan apakah auditnya bersifat mendalam atau sebatas di permukaan saja.

Laporan temuan audit sering menjadi masalah, khususnya dalam penulisan uraian ketidaksesuaian, yaitu tidak lengkapnya uraian masalah yang ditemukan, persyaratan yang tidak dipenuhi dan contoh bukti audit yang ditemukan atau yang lebih parah lagi adalah auditee melakukan tindakan koreksi berdasarkan uraian ketidaksesuaian tersebut. Penulisan uraian ini sangat mempengaruhi penilaian bobot temuan. Apakah hasil temuan audit akan berdampak terhadap peningkatan efektivitas sistem manajemen mutu yang diterapkan? Hal ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan analisis auditee terhadap temuan ketidaksesuaian tersebut. Kecenderungan yang sering terjadi adanya sikap resistance dari auditee terhadap perubahan. Akibatnya, auditee menjadi kurang atau tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan analisis penyebab masalah atau tindakan yang diambil lebih bersifat ‘correction’ daripada ’corrective action’. Salah satu indikatornya adalah selalu ditemukannya masalah yang sama di hampir setiap audit.

Pada laporan audit, perlu disertakan juga konclusi audit yang berisi gambaran terhadap kekuatan dan kelemahan sistem termasuk juga peluang-peluang untuk peningkatan, jadi laporan audit bukan hanya sekedar daftar temuan ketidaksesuaian saja. Hal ini penting guna mendukung jawaban dari tujuan AMI dilakukan yaitu sejauhmana prinsip-prinsip atau prosedur-prosedur ISO dilaksanakan, dikerjakan dan dipatuhi secara konsisten oleh organisasi unit kerja yang diaudit. Sehingga memudahkan untuk mengukur tingkat keberhasilan penerapan sistem manajemen mutu di lingkungan unit kerja yang diaudit tersebut.

Evaluasi Audit

Di banyak prosedur AMI yang telah dibaca oleh penulis, hampir tidak pernah ditemukan kegiatan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan audit itu sendiri dan evaluasi dari auditor, padahal banyak sekali peluang untuk melakukan peningkatan dari kedua hal tersebut. Evaluasi pelaksanaan program ini dapat dilakukan dengan menerapkan langkah ‘Check’ dan ‘Act’ dalam siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act). Hal-hal yang dapat dievaluasi antara lain; kemampuan tim audit dalam melaksanakan rencana audit, kesesuaian jadwal audit dan realisasinya, konsistensi antar tim audit, metode audit yang dipakai, ‘bobot’ dari temuan, kecenderungan temuan audit internal dibandingkan audit eksternal dan antisipasi kebutuhan yang berkembang. Sedangkan evalausi dari sisi auditor dilakukan terhadap kompetensinya yang dapat mencakup pengetahuan terhadap area/ proses yang diaudit, pemahaman terhadap standar, kemampuan komunikasi dan ‘personal attributes’ lainnya. Cara yang termudah adalah dengan menyebarkan atau mengedarkan isian daftar pertanyaan atau menanyakan langsung kepada auditeenya. Hasil evaluasi di atas dipakai sebagai masukan untuk perencanaan dan persiapan audit berikutnya termasuk untuk meningkatkan kompetensi auditor.

Kesimpulan

Konsep Plan-Do-Check-Act harus diterapkan dalam pengelolaan AMI. Di samping itu, AMI harus dipandang sebagai alat manajemen yang dapat dipakai untuk memastikan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan dan untuk mencari peluang peningkatan di segala aspek baik proses maupun sistem. Jadi tujuan AMI bukan hanya sekedar memenuhi persyaratan ’minimum’ standar, tetapi lebih tinggi lagi yaitu mengukur tingkat keefektivitasan sistem manajemen mutu (ISO 9001) yang telah diterapkan oleh organisasi atau sejauhmana prinsip-prinsip atau prosedur-prosedur ISO dilaksanakan, dikerjakan dan dipatuhi secara konsisten. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan auditor-auditor yang berkemampuan telusur tinggi dan berkompetensi di area yang diaudit.

TUGAS AUDIT 2_Audit SDM

TIARA AMALIA

21207095

3EB05

TUGAS PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2

JURNAL AUDIT SDM

DOSEN : RENNY NUR’AINY

Definisi Audit Sumber Daya manusia (SDM)
Audit merupakan proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Arens, 1997, p. 1).
Sedang, audit SDM adalah pemeriksaan kualitas kegiatan Sumber Daya Manusia secara menyeluruh dalam suatu departemen, divisi atau perusahaan, dalam arti mengevaluasi kegiatan-kegiatan SDM dalam suatu perusahaan dengan menitikberatkan pada peningkatan atau perbaikan (Rivai, 2004, p. 548).
Menurut Gomez-Mejia (200 1 :28), audit sumber daya manusia merupakan tinjauan berkala yang dilakukan oleh departemen sumber daya manusia untuk mengukur efektifitas penggunaan sumber daya manusia yang terdapat di dalam suatu perusahaan.
Selain itu, audit memberikan suatu perspektif yang komprehensif terhadap praktik yang berlaku sekarang, sumber daya, dan kebijakan manajemen mengenai pengelolaan SDM serta menemukan peluang dan strategi untuk mengarahkan ulang peluang dan strategi tersebut. Intinya, melalui audit dapat menemukan permasalahan dan memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan perundangan-undangan dan rencana-rencana strategis perusahaan.
Audit SDM merupakan suatu metode evaluasi untuk menjamin bahwa potensi SDM dikembangkan secara optimal (Rosari, 12 Mei 2008). Secara lebih terinci, audit SDM juga memberi feedback dan kesempatan untuk:
1. Mengevaluasi keefektifan berbagai fungsi SDM, yang meliputi: rekrutmen dan seleksi, pelatihan, dan penilaian kinerja.
2. Menganalisis kontribusi fungsi SDM pada operasi bisnis perusahaan
3. Melakukan benchmarking kegiatan SDM untuk mendorong perbaikan secara berkelanjutan
4. Mengidentifikasi berbagai masalah strategi dan administratif implementasi fungsi SDM
5. Menganalisis kepuasan para pengguna pelayanan departemen SDM
6. Mengevaluasi ketaatan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan dan regulasi pemerintah
7. Meningkatkan keterlibatan fungsi lini dalam implementasi fungsi SDM
8. Mengukur dan menganalisis biaya dan manfaat setiap program dan kegiatan SDM
9. Memperbaiki kualitas staf SDM
10. Memfokuskan staf SDM pada berbagai isu penting dan mempromosikan perubahan serta kreatifitas.

Manfaat Audit SDM

Menurut Rivai (2004, p. 567), audit SDM mengevaluasi aktifitas SDM yang digunakan dalam suatu perusahaan dan merupakan pengendalian kualitas keseluruhan yang mengevaluasi aktifitas SDM dalam suatu perusahaan. Manfaat dari audit SDM ini antara lain yaitu:
1. Mengidentifikasi kontribusi-kontribusi departemen SDM terhadap perusahaan
2. Meningkatkan citra profesional departemen SDM
3. Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih besar diantara karyawan departemen SDM
4. Memperjelas tugas-tugas dan tanggungjawab departemen SDM
5. Menstimulasi keragaman kebijakan dan praktik-praktik SDM
6. Menemukan masalah-masalah SDM yang kritis
7. Menyelesaikan keluhan-keluhan dengan berpedoman pada aturan yang berlaku
8. Mengurangi biaya-biaya SDM melalui prosedur yang efektif
9. Meningkatkan kesediaan untuk mau menerima perubahan yang diperlukan didalam departemen SDM.

Tujuan Audit SDM
Menurut Rivai (2004, p. 567), audit SDM bertujuan untuk:
1. Menilai efektifitas SDM
2. Mengenali aspek-aspek yang masih dapat diperbaiki
3. Mempelajari aspek-aspek tersebut secara mendalam, dan
4. Menunjukkan kemungkinan perbaikan, serta membuat rekomendasi untuk pelaksanaan perbaikan tersebut.

Kesimpulan :
Dalam pelaksanaan audit SDM untuk mendukung jalannya kegiatan-kegiatan SDM perlu dilakukan pembatasan terhadap aspek yang akan di audit. Secara garis besar, prospek audit SDM dilakukan terhadap fungsi SDM yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan SDM yang dimulai dari perencanaan SDM, perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan evaluasi kinerja SDM (Handoko, 1997, p.226).

Senin, 01 Maret 2010

TUGAS AUDIT 2_Audit Lingkungan

TIARA AMALIA

21207095

3EB05

TUGAS PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2

JURNAL AUDIT LINGKUNGAN

DOSEN : RENNY NUR’AINY


AUDIT LINGKUNGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENJUALAN PADA PT. KUTAI TIMBER INDONESIA (KTI)
DI PROBOLINGGO

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-07-31 12:47:52
Oleh : Zainal Akroman Ridho A., accounting
Dibuat : 2003-07-31, dengan 3 file

Keyword : AUDIT LINGKUNGAN
Url : http://

ABSTRAKSI
Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) Probolinggo dengan judul “AUDIT LINGKUNGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENJUALAN PADA PT. KUTAI TIMBER INDONESIA (KTI) DI PROBOLINGGO”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan audit lingkungan dan mengetahui bagaimana perbedaan penjualan sebelum dilakukan audit lingkungan dengan setelah dilakukan audit lingkungan pada PT. Kutai Timber Indonesai (KTI). Dalam penelitian ini, penulis mengambil dua hipotesis, yaitu : tidak ada perbedaan laporan penjualan sebelum dan sesudah diterapkan audit lingkungan dan ada perbedaan laporan penjualan sebelum dan sesudah diterapkan audit lingkungan.

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode comparative yang membandingkan laporan penjualan sebelum dan sesudah adanya audit lingkungan. Untuk uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji “t berpasangan”. Penelitian ini mengambil data untuk rentang waktu 4 (empat) tahun, yaitu tahun 1999, 2000 dan 2001. Dari hasil penelitian diketahui bahwa PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) mendapatkan sertifikat standar ISO-14001 oleh sebuah organisasi standar nasional yaitu Komite Akreditasi Nasional Lembaga Sertifikat SML MALECO pada tanggal 10 Juli 2000 dengan certificate number 01/EM/005.

Kemudian pada tanggal 8 Agustus 2000 sebuah organisasi standar Internasional yaitu BM TRADA melalui BM TRADA Certification dengan certificate number 091 memberikan sertifikat standar ISO-14001 kepada PT. Kutai Timber Indonesia (KTI). HIPERKES (Higienis Perusahaan dan Kesehatan Kerja) Surabaya secara berkala yang dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali melakukan Penilaian Aspek Lingkungan Teridentifikasi untuk mengawasi dan mengontrol penerapan standar ISO-14001 di PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) setelah mendapatkan sertifikat ISO 14001. PT. KTI dalam menerapkan Audit lingkungan sudah sesuai dengan standar dalam ISO-14001 dan telah memenuhi persyaratan peraturan perundangan.
Hasil perhitungan dengan menggunakan uji t diketahu bahwa untuk type MR Plywood diperoleh t hitung sebesar -2.481 dengan t tabel sebesar 1.746 dengan taraf nyata sebesar 0.025 yang berarti terdapat perbedaan penjualan pada saat sebelum dengan sesudah mendapatkan ISO 14001. Untuk type WR Plywood diperoleh t hitung sebesar 0.735 dengan t tabel sebesar 1.746 dengan taraf nyata sebesar 0.473 yang berarti tidak terdapat perbedaan penjualan pada saat sebelum dengan sesudah mendapatkan ISO-14001. Untuk type WBD Plywood diperoleh t hitung sebesar -3.972 dengan t tabel sebesar 1.746 dengan taraf nyata sebesar 0.001 yang berarti terdapat perbedaan penjualan pada saat sebelum dengan sesudah mendapatkan ISO-14001.


ABSTRACTION


This research is the study at PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) Probolinggo with titled “AUDIT LINGKUNGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENJUALAN PT. KUTAI TIMBER INDONESIA (KTI) DI PROBOLINGGO”. The aims of this research are to know the implementation of the environment audit and to know how the environment audit differentation to the sales at PT. Kutai Timber Indonesia (KTI). In this research, the write take two of hypothesis, there is nothing differences in the report of sales between before and after the environment audit has implemented.

The analysis method of this research are using comparative method that to compare the sales report before and after the environment audit has implemented. The hypothesis test in this research is using “double t” test. This research take the data for about 3 (three) years, that is in 1999, 2000 and 2001. Based on the result of this research, it has known that PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) get the standard certificate ISO-14001 by The National Standard Organization that is Komite Akreditasi Nasional Lembaga Sertifikat SML MALECO at july 10th, 2000 with the certificate number is 01/EM/005. And than at August 8th, 2000, an International Standard Organization that is BM TRADA trough be BM TRADA certification with certificate number 091 has conferred the standard certificate ISO-14001 to PT. Kutai Timber Indonesia (KTI). HIPERKES (Higienis Perusahaan dan Kesehatan Kerja) Surabaya periodically every 3 month doing appraise to the identified environment aspect to watch and controlling the implementation of ISO-14001 standard at PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) after getting ISO-14001 certificate. PT. KTI within implementing the environment audit has appropiated with the standard within ISO-14001 and has fulfilled yhe requisite of the rule of law.

The result of the calculation using t test known that MR Plywood type has achieved t for about –2.481 with t tables is in the amount of 1.746 with the real standard at 0.025 that means there is any differences of sales at the moment that before and after getting the ISO-14001. WR Plywood type achieved t at the amount of 0.735 with t tables is in the amount of 1.746 with the real standard at 0.473 that means there are nothing differences at sales before and after get the ISO-14001 certificate. WBD Plywood type has achieved t for about –3.972 with t tables is in the amount of 1.746 with the real standard at 0.001 that means there is any differences of sales at the moment that before and after getting the ISO-14001 The conclusion that we can take from this research is PT. KTI has implementing the environment audit very well appropiate with the Iso-14001 standard. Whereas at influence of the environment audit to the sales is non-direct, but statically can be said that is significant or concrete, especially for the plywood product that MR and WBD typed, while at WR type, the environment audit is not influence to the sales of the products.


KESIMPULAN :

Tujuan penelitian yang dilakukan oleh Zainal Akroman Ridho A. tentang Audit Lingkungan dan Pengaruhnya Terhadap Penjualan pada PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) di Probolinggo ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan audit lingkungan dan mengetahui bagaimana perbedaan penjualan sebelum dilakukan audit lingkungan dengan setelah dilakukan audit lingkungan pada PT. Kutai Timber Indonesai (KTI). Hipotesis yang diambil penulis yaitu : tidak ada perbedaan laporan penjualan sebelum dan sesudah diterapkan audit lingkungan dan ada perbedaan laporan penjualan sebelum dan sesudah diterapkan audit lingkungan. Sedangkan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode comparative yaitu dengan cara membandingkan laporan penjualan sebelum dan sesudah adanya audit lingkungan.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah PT. KTI telah menerapkan audit lingkungan dengan baik sesuai dengan standar ISO-14001. Sedangkan pengaruh audit lingkungan terhadap penjualan adalah tidak langsung tetapi secara statistik dapat dikatakan signifikan atau nyata, khususnya pada produk plywood bertype MR dan WBD, sedangkan pada type WR audit lingkungan tidak berpengaruh pada penjualan produk.

Minggu, 14 Februari 2010

TUGAS AUDIT2

TIARA AMALIA

21207095

3EB05

TUGAS PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2

ARTIKEL AUDIT PEMASARAN

DOSEN : RENNY NUR’AINY

Audit Pemasaran: Kunci Sukses Yang Tersisih
Wilson Arafat
16 Mei 2006

Kompleksitas permasalahan yang harus dihadapi dunia bisnis di dalam mengelola perusahaan merupakan sebuah keniscayaan. Kerap, kompleksitas permasalahan tersebut menggiring top management terperosok pada lubang jebakan dengan melihat permasalahan dengan menggunakan ’kaca mata kuda’. Tidak jarang persoalan yang timbul hanya ditangkap dari satu sudut pandang. Padahal ’penyakit’ yang berhasil dideteksi tersebut hanyalah symptom, bukan akar permasalahan yang sesungguhnya. Konsekuensinya adalah effort yang dikeluarkan untuk ’menyembuhkan penyakit’ perusahaan menjadi sia-sia belaka, jauh dari sebuah upaya yang efektif.

Audit pemasaran --yang merupakan kegiatan pemeriksaan terhadap segenap program pemasaran pada suatu perusahaan atau unit bisnis secara komprehensif, sistematis, independen, dan berkala-- terbukti ampuh untuk menepis fenomena tersebut dengan memberikan pendekatan yang terstruktur terhadap pengumpulan dan analisis data/informasi pada lingkungan bisnis yang kompleks dan selanjutnya dapat ditindak lanjuti dengan melakukan langkah-langkah korektif sehingga efektivitas program-program pemasaran dapat tercapai.

Kasus O’Brien Candy Company –perusahaan kembang gula di Amerika Tengah-- dapat memberikan gambaran betapa pentingnya pelaksanaan audit pemasaran. Suatu ketika, perusahaan tersebut pernah menghadapi persoalan berat berupa penurunan tingkat penjualan dan keuntungan. Top management berpendapat bahwa penyebabnya terletak pada tenaga penjual yang dianggap tidak bekerja keras dan kurang terampil. Untuk itu, mereka memperkenalkan suatu sistem perangsang konpensasi baru dan mempekerjakan pelatih tenaga penjualan untuk mendidik para pegawai penjualan dalam bidang perniagaan dan teknik-teknik penjualan moderen.

Akan tetapi, sebelum melakukan hal tersebut, mereka memutuskan untuk mempekerjakan konsultan pemasaran untuk melakukan audit pemasaran dengan menghasilkan kesimpulan tegas tentang permasalahan perusahaan O’Brien yang tidak akan terpecahkan dengan cara-cara peningkatan kemampuan tenaga penjualan; karena permasalahan yang sesungguhnya dihadapi perusahaan bersifat lebih mendasar. Antara lain (a) Tujuan-tujuan pemasaran perusahaan tidak jelas dan tidak realistis, (b) Strategi perusahaan tidak memperhitungkan perubahan pola penyaluran atau menyelenggarakan perubahan pasar yang cepat, (c) Perusahaan lebih dijalankan oleh organisasi penjualan daripada oleh organisasi pemasaran, (d) Jajaran produk perusahaan berada dalam keseimbangan yang mengkhawatirkan. Dua macam produk yang menonjol menanggung 75% dari seluruh penjualan dan tidak memiliki potensi untuk berkembang, (e) Serangkaian variabel pemasaran (marketing mix) perusahaan tidak seimbang dan terlalu banyak menghabiskan dana untuk tenaga penjualan tapi tidak cukup untuk bagian pengiklanan, (f) Perusahaan tidak memiliki prosedur pengembangan produk baru secara berhasil, (g) Usaha penjualan tidak terarah pada perhitungan yang menguntungkan.

Ternyata persoalan yang ditangkap top management O’Brien bahwa tenaga penjual yang dianggap kurang kerja keras tidak lebih dari sekedar symptom. Akar permasalahan perusahaan baru dapat ditangkap secara utuh setelah melaksanakan audit pemasaran. Kasus O’Brien secara gamblang menunjukkan betapa pentingnya audit pemasaran untuk mengetahui permasalahan pemasaran yang sesungguhnya dihadapi perusahaan. Tanpa melakukan audit pemasaran maka persoalan perusahaaan O’Brien tak kunjung terpecahkan karena upaya manajemen untuk membasmi ‘penyakit’ dilakukan dengan ‘obat’ yang tidak tepat.

Audit pemasaran tidak hanya memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan yang sedang dirundung persoalan. Dalam situasi normal, berbagai industri dapat melaksananakan audit pemasaran dan menindaklanjutinya dengan baik. Dampaknya adalah perusahaan mampu memperkecil kesenjangan negatif antara lingkungan bisnis dengan strategi, taktik, dan kapasitas internal perusahaan sehingga memiliki tingkat return on investment (ROI) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memperhatikan audit pemasaran sebagaimana mestinya.

Ini dapat dilihat dari penelitian yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan kesenjangan negatif besar mempunyai ROI lebih kurang setengah dari perusahaan dengan kesenjangan negatif kecil. Tidak mengherankan bila sejumlah perusahaan terkemuka di manca negara telah memahami arti penting dan mengimplementasikan audit pemasaran sehingga kontrol strategi perusahaan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan perencanaan pemasaran yang telah ditetapkan. Di samping itu, program pemasaran dapat berjalan secara lebih efektif yang pada gilirannya kinerja pemasaran dapat terus ditingkatkan.

Dengan ungkapan lain dapat dikatakan bahwa pelaksanaan audit pemasaran akan memastikan strategic control mechanism perusahaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu juga memudahkan pencapaian tujuan, siasat, dan sistem pemasaran yang disesuaikan secara optimal dengan lingkungan pemasaran; sekarang maupun masa mendatang; sebagai strategic control dan sekaligus merupakan alat penilai keberhasilan pemasaran (marketing effectiveness rating instrument) yang akan menggambarkan keberhasilan pemasaran secara menyeluruh.

Arti penting audit pemasaran akan semakin dirasakan ketika perusahaan memahami sejumlah keuntungan yang akan dipetik apabila rekomendasinya dilaksanakan dengan baik. Manfaatnya adalah (a) Memberikan evaluasi yang independen dan tidak bias terhadap program-program pemasaran, termasuk strategi, penawaran, dan kreativitas suatu perusahaan, (b) Dapat mengidentifikasi area-area yang dibutuhkan dalam meningkatkan dan menghasilkan saran-saran dan ide-ide yang spesifik serta cara memperbaiki, (c) Identifikasi tersebut termasuk beberapa cara (several ways) untuk memperbaiki respon pemasaran, (d) Memberikan ide-ide baru yang segar, teknik-teknik, dan new direction pada masa datang, (e) Membantu perusahaan secara periodik dalam menganalisis upaya pemasaran, meng-create serta merevisi pendekatan pemasaran untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Kita juga dapat mengacu kepada Brownlie yang mengutip sejumlah pakar seperti Phillip Kotler dan Aubrey Wilson yang menjelaskan bahwa audit pemasaran bermanfaat untuk (a) To judge an organization’s overall commitment to a marketing orientations, (b) To measure the extend to which marketing objectives have been achieved, (c) To indicate whether the route chosen (marketing strategy) was the most effective and profitable, (d) To indicate whether particular marketing activities are better intensified, adjusted or dproped.

Dengan demikian tidak berlebihan jika Hermawan Kartajaya menyatakan bahwa audit pemasaran adalah merupakan aktivitas vital yang sangat menentukan kesuksesan suatu perusahaan. Sementara Malcom McDonald berpendapat bahwa dalam iklim pasar yang semakin kompetitif saat ini, keberhasilan di masa depan datang dari perencanaan pemasaran yang cermat dan pelaksanaan audit pemasaran sangat menentukan keberhasilan implementasi perencanaan pemasaran tersebut.

Ironisnya, secara umum organisasi-organisasi bisnis yang ada di negeri ini belum melaksanakan audit pemasaran dengan keteguhan hati. Tidak banyak dari mereka yang aware terlebih lagi telah melaksanankannya secara ’paripurna’ di dalam menjalankan putaran roda perusahaan. Dheny Haryanto mengungkapkan hal ini dengan menyatakan bahwa audit pemasaran merupakan sebuah tahapan yang kerap terlupakan. Vice versa, melalui audit pemasaran, banyak perusahaan di manca negara mampu mendemonstrasikan hasil yang begitu baik, meyakinkan, dan signifikan yang mampu menopang peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Sejumlah penelitian dan fakta empiris juga mununjukkan bahwa audit pemasaran yang baik dan benar mampu memberi manfaat besar bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas dan kinerja pemasaran. Dengan demikian sangat argumentatif jika penulis menarik benang merah yang tegas bahwa audit pemasaran merupakan kunci sukses bisnis di era milenium baru. Jangan lagi disisihkan!!!

Kini saatnya segenap organisasi bisnis mulai melirik, mempelajari, mendalami, dan melaksanakan audit pemasaran dengan baik dan benar sehingga suatu perusahaan yang mengimplementasikan dapat memetik manfaat sehingga mampu meningkatkan efektivitas pemasaran yang pada gilirannnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Bagaimana dengan perusahaan anda? Sudahkah melaksanakan audit pemasaran dengan baik dan benar. Selamat Mencoba!!!

Oleh: Wilson Arafat - Eksekutif Jakarta Angkatan 03 (Penulis Buku The Real Power of Marketing Audit, Penerbit Elex Media Komputindo)

http://www.kagama-mm.com/artikel.php?id=20

Opini :

Pendapat saya saya adalah, suatu audit pemasaran itu merupakan kegiatan pemeriksaan yang harus dilakukan terhadap segenap program pemasaran pada suatu perusahaan atau unit bisnis secara komprehensif, sistematis, independen, dan berkala. Hal ini akan mampu menepis fenomena permasalahan suatu perusahaan yang ditangkap hanya dari satu sudut pandang saja.

Seperti halnya pada kasus O’ Brien Candy Company, perusahaan tersebut mengalami penurunan tingkat penjualan dan keuntungan. Top Management perusahaan tersebut langsung menyimpulkan bahwa kesalahan terbesar terletak pada bagian penjualan. Maka dari itu merekamempekerjakan pelatih tenaga penjualan untuk mendidik para pegawai penjualan dalam bidang perniagaan dan teknik-teknik penjualan moderen.

Padahal, bila perusahaan tersebut melaksanakan audit pemasaran akan menghasilkan kesimpulan yang tegas tentang permasalahan sesungguhnya pada perusahaan tersebut seperti tujuan pemasaran perusahaan yang tidak jelas, perusahaan yang lebih banyak dijalankan oleh bagian penjualan daripada oleh bagian pemasaran, dan terlalu banyak menghabiskan dana untuk tenaga penjualan tapi tidak cukup untuk bagian pengiklanan.

Jadi, jangan hanya melihat permasalahan suatu perusahaan hanya dari satu sisi saja. Perusahaan juga harus mulai mempelajari audit pemasaran dengan baik untuk meningkatkan evektifitas dan kinerja pemasaran.

Jumat, 01 Januari 2010

Valentine Present


Mmm… What the meaning if we get a present from someone in Valentine Day’s. If you want to know, just check this out.

DOLL

***I want to close to you in everytime***


DRESS

***I want you to look more beutyfull in front of me***


DIARY

***I will remember everything that we do together***


FLOWER

***You are the beautyfull one in my life***


CHOCOLATE

***You are the sweetest person I’ve ever met***

Flower Meaning


Flowers Meaning

If you want to give some flower to someone special or anyone you like, you must know what the flower meaning. Here’s some flower that you will give to them.



Rose (Single full bloom)

---I Love You---


Roses (Bouquet of Mature Roses)

---Gratitude---


Rosebud

---Beauty and Youth---


Rose (Thornless)

---Love at First Sight---


Rose (Peach)

---Desire and Excitement---


Rose (Red)

---Love, Affection, and Passion---


Rose (White)

---Honest, Innocence and Purity, I'm worthy of you---


Rose (Red and White together)

---Unity, Humility---


Pink Rose

---Perfect Happiness, Please Believe Me---


Rose (Yellow)

---Cheerfull and Happiness, Friendship, Decrease of Love, Jealousy---


White Lily

---Sweet---


Lily (Calla)

---Beauty---


Lily (Day)

---Chinese Emblem for Mother---


Lily (Oriental)

---Wealth, Pride---


Lily of The Valley

---Sweetness, Humility, You've made my life complete---


Tulip

---There’s someone like you, Luck, Fame---


Trumpet

---Loyalty Allegiance---


Carnation (Pink)

---Apologize, I'll never forget you, Woman's love, Always on my mind---


Carnation (Red)

---My heart aches for you, Passion---


Carnation (White)

---Innocence, Pure love---


Daisy

---Innocence, Honestly to be Loyalty, Purity, and Romantic---


Gerbera Daisy

---Happiness---


Hibiscus

---Beautyfull---


Dandelion

---Separated when meet again---


Sarracenia

---Unique Person---


Chrysanthemum

---Persistence and Resoluteness, You're a wonderful friend---


Alstromeria

---Devotion---


Aster

---Symbol of love, Dainty, Afterthought---


Baby's Breath (Gypsophilia)

---Happiness---


Daffodil

---Unrequited love, You're the only one---


Forget-Me-Not

---True love, Memories---


Gladiola

---I am sincere, Strength of character, Give me a break---


Honeysuckle

---Sweetness of Disposition---


Iris

---Your friendship means so much to me, Wisdom, Faith---


Orchid

---Love, Beauty, Refinement, Chinese symbol for many children---


Poinsettia

---Be of good cheer, Flower of christmas eve or flower of holy night---


Peony

---Shame, Happy life, Happy marriage---


Snapdragon

---Deception, Gracious lady, Presumption---


Sunflower

---Devotion, Sunshine---


Gift by Color


HePii BleZdEii

Gift by Color


If you are confused for what have you give to your best friend in her / his Birthday Party, if that’s true you must know first what your friend typical by some COLORS. Check this out!!


1. You have a problem and call on your best friend to come. She / he will probably…

a. Talk about something else

b. Talk to you that you’ll be OK, but she / he can’t come

c. Say that she / he will come, but half an hour later she / he cancel that

d. Ask you what the problem is, and she / he will come if the problem is very important

e. Flatly you that she / he realy want to come, but can’t

f. Come right away without asking many question

g. Directly says that she / he can’t come

h. Advice you to call someone else

i. Talk about her / his own problem

j. Listen to your stories and cry together with you

k. Ask you to go out with her / him and have fun

l. Discuss the problem over the phone or via chat without coming over


2. At a party she / he usually…

a. Always try to tell joke

b. Doesn’t feel comfortable because she or he doesn’t like party

c. Laugh with other, but suddenly want to go home

d. Wears a stylish outfit, and doesn’t care about peoples opinion

e. Only talks to people that she / he know

f. Helps the host of the party to serve food and drink

g. Far away with the other guest

h. At once look for some foods and eats while talking

i. Tries to be the center of attention

j. Suggest some games to play

k. Just stay calm

l. Quite first, then has a serious conversation with someone


3. In group work, she / he usually…

a. Does what her / his own task, and nothing else

b. Tries not to take sides when others are having and argument

c. Tries to influence other to agree with her / his ideas

d. Is chosen to be a group leader

e. Exposes her / his brilliant ideas

f. Tries to help the others

g. Goes with the group decision

h. Feels guilty when her / his ideas are different from those of the others

i. Tries to be the leader and motivates the group to do their best

j. Tries to be a good team-player

k. Has a lot of unrealistic ideas

l. Proposes some ideas, than leaves it the others to make decision


4. When you eat out together, she / he usually…

a. Desides on the place

b. Offers to pay your meal because you don’t have enough money

c. Eats in hurry, because she / he wabts to go somewhere else

d. Likes to add salt, pepper, or anything else to add to the flavour

e. Gives several options of eating places, and let you choose the place

f. Agrees of your choice of eating place

g. Enjoy the meal whatever the place

h. Makes a pact that you both go dutch

i. Like to criticize the chosen place and food

j. Give several options of eating places, but she / he decide

k. Sits in the corner, wherever the place is

l. Ask about your preference, discusses it, and makes the decision together with you


5. Her / His favorite pastime is…

a. Creating website

b. Sleeping

c. Playing musical instruments

d. Writing poems and short stories

e. Making crafts

f. Joining social activities

g. Listening to music

h. Sports

i. Hanging out in malls

j. Doin researches

k. Thinkering with her / his car / motorbike

l. Painting


Check out your answear and see the explanations bellow :


WHITE (Most “a”)

Your best friend has certain goals in her / his life. She / he is not afraid of being different, and sometimes is thought highly by others. She / he sometimes lives in her / his own world. So, sometimes she / he look selfish.


BLACK (Most “b”)

Your best frien is a calm and cool type. She / he doesn’t like changes in her / his life. Once she / he makes a decision, she / he keeps it that way for a long time. She / he prefers to stay away from crowds and arguments.


RED (Most “c”)

Your best friend is cute and lovable and likes to be your loved. She / he is childlike and cheerful, but can be “moody” at times. She / he likes people that are easy to talk to, and who can make her / him feel comfortable.


YELLOW (Most “d”)

Your best friend is sweet and innocent. She / he is trusted by many people, and has strong leadership qualities. She / he likes to improvise and always tries to make things better. She / he can make good decisions and make the right choices at the right time.


BLUE (Most “e”)

Your best friend is an artistic and creative type. She / he is good at her / his hands. As she / he loves her / his independent statues, she / he hates being bothered by others. Sometimes she / he says or does something that is not understandable to others, yet has a good intentions.


PINK (Most “f”)

Your best friend is a sensitive type. She / he always tries her / his best in everything, likes to help and cares for other people. She / he is a bit dreamy, especially when she / he thinks about romantic love like the one in fairytales.


GREEN (Most “g”)

Your best friens is not a very shy person. She / he can get along well with new people. But sometimes she / he can hurts people’s feelings with her / his words. She / he enjoys nature and almost everything around her / him.


BROWN (Most “h”)

Your best friend is an active and sporty. It’s hard for other people to be close to her / him, but she / he falls in love easly. She / he sometimes lacks self confidence too. She / he gives up easly and lets go easly too.


ORANGE (Most “i”)

Your best friends always has goals to reach, and is competitive. She / he is a persuasive motivator who knows how to get people moving. She / he is responsible for her / his own actions, and she / he knows how to treat people.


PURPLE (Most “j”)

Your best friend is a mysterious yet spontaneous type. She / he is not selfish and gets interested in things easly. She / he likes to do small researches just to please her / him self. She / he also believes in team work.


SILVER (Most “k”)

Your best friend is imaginative and likes trying new things. Even though she / he is a rather shy person, she / he is considerate and is also a good listener. She / he likes to challenge her / him self, as she / he can learn things easly.


GOLD (Most “l”)

Your best friend knows what’s right and what’s wrong. She / he is cheerfull and outgoing. She / he is also a reliable organizer who can be counted on to implement other people’s ideas and get the job done.